Ikhwan heroik dan Akhwat terpesona

salam dari akhwat galau

Ya Allah, si Fulan amanah sekali, bacaan Qurannya merdu, bagus, hafalannya juga banyak. Gaya bicaranya tenang, menarik, bijaksana dalam mengambil keputusan. Shalatnya berjamaah, ibadah sunnah juga baik, puasa senin kamis rutin, Subhannallah. Belum lagi, jenggotnya itu loh, jidatnya ada bekas sujud, rapi pakaiannya, pokoknya keren lah. Lah akhwat ini yang ngomong? Perhatian sekali si ukhti, kalah pengamat sepakbola, pemerintah, pengamat ekonomi, industry dan lain โ€“ lain(terserah mau lebih seperti apa? ๐Ÿ˜€

wahai ikhwan tau kah kalian betapa mempesonanya diri kalian.

tampil di depan, mimpin syuro, jadi mc,demo, suara kalian, gaya tubuh, intonasi kalian, lucu kalian. hadeeh bikin gimana gitu. Belum lagi kalo kalian ngambil keputusan, kebijakan, ngasi solusi, ngebantu kita2, udah deh gubrak deh kita. Tau gak? kalo kalian tilawah, ya ampun kita ini para Akhwat pada terkagum dalam hati, ya ampun itu ikhwan suaranya…..

nih tak kasih tau,

kita nih pada gelisah, pada jungkir balik tidur di tempat tidur ya Allah ikhwan itu kah………

*berdoa “kalo dia jodohku dekatkan, kalo tidak jadikan aku wanita yang shalihah hingga pantas mendapatkan laki2 yang shalih, maka jadikan “dia” shalih juga, biar aku pantas untuknya dan dia pantas untukku. kckckckck maksa dengan sok berjiwa besar

ngeliat jenggot, *ngelus jidat,

tau IPK bagus *megang kepala

ngasih nasihat perhatianย  *ngelus dada

ngasih hadiah ya ambreng ngelus2 deh hadiahnya meluk2 di dada kalo perlu di simpen di lemari kaca ampe gk dibuka padahal itu undangan walimahan ckckckck rusak udah hati kita.

hancur hancur hatiku *lagu olga

kau khianati harapan yang diberikan. *padahal ikhwannya gk pernah ngasih harapan.

langsung deh bijak, mungkin ada yang lebih shalih dari dia dan Allah mempersiapkan yang lebih baik dari dia. *doa tadi maksa

langsung deh berjiwa besar, selamat ya ukh dapet si Abdullah *sambil berdoa ya Allah jadikan hari dimana saudari saya yang ngomong gitu ke saya.

langsung deh bertaubat, ya Allah ternyata selama ini saya salah.

tak sepantasnya saya terpesona, saya tak menundukkan pandangan, saya terlalu menembak, memastikan dengan paksaan dalam doa padahal seharusnya Engkau yang memberi pilihan yang terbaik, saya berharap kepada mahluk dan saya lupa kepada siapa seharusnya saya berharap.

ayo ikhwan, kita boleh menjaga izzah tapi bukan menjaga wibawa.

dengan keiklahsan, izzah itu akan datang tanpa perlu kita menjaga wibawa, tanpa perlu di buat2 cara kita berbicara, cara kita menggerakan tubuh.

wallahu `alam

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s