Kesedihan yang amat terasa

Saudaraku satu perjuangan,

Saya ingin menyampaikan sebuah pesan yang telah saya alamatkan kepada diri saya sendiri dan insyaAllah selalu saya pegang pesan ini. Saya berlindung dari buruknya niat, dari kerusakan niat, dan hancurnya niat.

Kadangkala saya merasa telah berbuat banyak dalam perjalanan hidup ini, telah banyak orang yang saya ajak ke jalan kebaikan, harta sudah banyak saya sumbangkan di jalan dakwah ini, tenaga dan waktu telah saya dedikasikan untuk dakwah, Saya memenuhi panggilan, perintahNya, ketika Allah cinta kepada orang – orang yang mendahulukan kepentingan saudaranya dibanding kepentingan diri sendiri, saya telah melakukannya, ketika Allah perintahkan saya maka tak ada kata selain saya dengar dan saya taat.

Kadangkala saya sudah merasa amal saya sudah baik, shalat berjamaah, shalat tahajud, shalat dhuha, shalat rawatib, puasa sunnah, baca Al-Quran minimal 1 juz perhari, memiliki tsaqafah yang luas, menjadi orang faqih, hafalan AlQuran dan Hadits saya sudah banyak, dan sudah merasa menjadi orang yang beriman dan bertaqwa.

Kadangkala saya merasa, Allah pasti suka dengan amal yang saya buat ini, saya adalah orang – orang yang termasuk yang dicintai Allah dan masuk surgaNya. Bahkan kadangkala ketika saya melihat orang yang ibadahnya kurang dari saya, ilmu lebih rendah dari saya, Saya menganggap saya harus mendakwahi mereka untuk bisa lebih baik seperti saya.

Ternyata kegelisahan selalu hadir, saya tak pernah tenang.

Wahai saudaraku, taukah kamu 3 orang yang pertama kali Allah siding di hari akhir? Mereka adalah orang – orang yang memiliki amalan yang luar biasa tapi mereka orang – orang pertama yang masuk neraka Allah SWT. Mereka adalah syuhada, Mereka adalah orang dermawan, Mereka adalah Hafizh Quran. Dan Allah berkata mereka “dusta”, masuklah kalian ke nerakaKu.

Karena mereka jatuh pada satu hal, Keikhlasan mereka. Inilah yang ternyata membuat saya tak tenang,membuat diri saya gelisah. Dan saya harap kalian juga merasakannya.

Bagaimana dengan keikhlasan saya?

Saya mulai intropeksi diri, ternyata “kadangkala – kadangkala” itu muncul adalah indikasi ada penyakit pada diri saya. Sedang berada dimana diri saya saat ini? Apa iya saya berada di jalan Allah? Apa iya saya telah melakukan apa yang Allah perintahkan? Apa iya saya telah berikan semua yang ada pada diri saya kepada Allah? Dan bagaimana dengan keikhlasan saya?

“kesedihan yang amat berasa di suatu saat nanti, adalah ketika keheroikan selama ini dikatakan dusta disaat bertemu denganNya”

Inilah kesedihan yang amat terasa, di dunia terasa sudah banyak melakukan ini dan itu, harta tak tanggung – tanggung kita keluarkan, tenaga dan waktu telah kita berikan sebanyak – banyaknya.

“Tiap – tiap hamba pasti akan di ajak bicara oleh Rabbnya”.

Saya pasti di ajak bicara oleh Allah, dan Allah maha Mengetahui tidak ada yang tersembunyi sesuatupun dari Nya, tak ada yang terlewatkan sedikit pun dari Nya. Disaat itu, Ya hambaKu, amalan terbaik apa yang telah kau lakukan selama kau Ku berikan kenikmatan hidup? Saya jawab ini, Allah jawab itu dusta, lalu Allah tanya kembali pertanyaan yang sama dan Allah jawab dengan jawaban yang sama. Habislah amalku tak ada yang tersisa. Dan ini yang saya sebut kesedihan yang amat terasa.

Saudaraku, saya ini adalah saya, kamu dan mereka.

Maka kita pasti akan kembali kepadaNya, niat ini senantiasa ternodai yang bukan untukNya. Kita terlena saudaraku. Allah yang Maha Pengampun, Dia Arrahman dan Arrahim. Sesungguhnya kita masuk surga karena rahmatNya, rahmatNya yang akan diberikan kepada siapa yang dikehendaki, dan insyaAllah kita mendapatkanNya.

Wahai hambaKu, kau datang kepadaKu dengan dosa sebesar gunung bahkan lebih besar dari itu, kau memohon ampun maka Aku ampuni kamu. Kau datang kepadaKu dengan seluas samudera bahkan lebih dari itu, kau mohon ampun kepadaKu, Aku ampuni kamu. Kau datang kepadaKu dengan dosa sebesar gunung dan seluas samudera bahkan lebih dari itu, kau tidak membawa dosa musyrik kepadaKu, Aku ampuni semuanya.

  • Berilmu
  • Beramal
  • Bermanfaat

Ibnu Islami,

Yogyakarta 2011

Wallahu`alam

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s