Waktu berjalan, Kita semakin jauh.

Ibu,

Dahulu,

9 bulan aku berada di dalam dirimu.

Kau sangat berhati – hati menjaga kandunganmu.

Ibu,

Dahulu,

disaat aku lahir, aku berada pada pelukanmu.
kau peluk erat diriku dengan penuh kebahagiaan.

Ibu,

Kau sudah mulai menjauh.

Tak lagi di dalam dirimu.

Kau sudah ada disampingku dan Kau biarkan perawat memindahkan aku ke tempat tidur.

Ibu

Kau sudah menjauh
Aku tumbuh berkembang, sekarang aku balita.

Aku perlahan merangkak, hingga ku pandai berjalan.

Aku tak lagi dipelukanmu, Ibu.

Ibu,

Kau sudah menjauh, Kau tempatkan aku di kamar terpisah darimu

Dahulu Ibu
Aku ingat,

aku mulai sekolah taman kanak – kanak,

kau hanya menunggu di luar dan aku masuk ke dalam kelas untuk belajar

Ibu,

kau tak hanya menjauh tapi Kau sudah meninggalkanku.

Kau ajari aku untuk pergi dan pulang sendiri ketika sekolah,

Kau mulai melepaskanku, ibu.
jarak SD dengan rumah dekat, aku berpergian seorang diri.

Ibu

Kau benar – benar melepaskan aku

Perlahan langkah awal aku berpergian tanpa mu.
Makin naik jenjang, perlahan pula aku tidak ditemanimu.

Ibu

Apakah Kau tak sayang lagi pada diriku?

Teman – temanku makin bertambah,

Bermain dengan teman – teman, Aku tambah jauh darimu.
Remaja pun tiba, aku sudah merasa diriku dapat berpergian jauh seorang diri. Disini tanpa sadar, aku semakin menjauh.

SMP pun berlalu dengan proses – proses penjauhan, Aku tambah jarang berada di dekatmu.
SMA, masa – masa penuh kegiatan.

Sangat sedikit sekali Aku berada di rumah.
Sibuk dengan teman – temanku, sibuk dengan kepentingan lainnya.

Ibu.

Ternyata Aku,

Aku sadar, aku yang menjauh darimu.

Aku sadar,

Aku yang pergi darimu.

Aku…

Sadar,

Kau ibu, tak sedikitpun ingin melepasku.

Kau tak melepaskanku,

Aku rasakan itu, kasih sayangmu, doa – doamu.

Sampai saat ini.

Kini

Aku telah lulus SMA.
Diriku dewasa, kau sudah bertambah tua.

Ibu

tapi aku akan pergi jauh.

dulu aku berada dipelukanmu,

kau lindungi aku, penuh kasih kau rawat aku.

Aku tau kau mengharapkan diriku selalu berada dekatmu.
Membantumu, menemani di rumah.

Tapi
Aku akan pergi, aku akan menimba ilmu yang jauh darimu.
Langkah meraih mimpi – mimpiku,

Tak lagi menjauh tapi aku kan meninggalkan mu sementara.
Tapi aku pasti pulang. insyaAllah

InsyaAllah kita akan dipertemukan kembali,

Di dunia dan di SurgaNya Allah SWT.

Surga Firdaus.

Sertai diri ku selalu dengan doamu.
Jangan tinggalkan diriku, selalu ingat aku di dalam hatimu, pikiranmu, dan doamu.

  • Berilmu
  • Beramal
  • Bermanfaat

Ibnu Islami

Jakarta dan Yogyakarta

Wallahu`alam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s