Senyum

Ada salah satu nikmat dari begitu banyak nikmat yang Allah berikan kepada hamba – hambanya, yang ada pada semua manusia, baik atau jahat, kaya atau miskin, jelek atau rupawan, laki – laki maupun wanita, anak – anak, orangtua, anak bayi atau kakek – kakek, memiliki gelar maupun tidak, memiliki jabatan atau hanya sekedar pegawai, nikmat ini semua manusia memilikinya, yaitu nikmat senyum.

            Pasti setiap manusia telah melakukan senyum dalam hidupnya. Bagi orang yang pernah /sedang menggoda bayi dengan tingkah laku, dengan raut wajah yang lucu atau aneh, atau dengan lain hal, si bayi tergoda mengeluarkan senyum hingga gelak tawa pada mukanya meskipun kita tidak tau pasti kenapa si bayi tersenyum, apakah iya si bayi mengerti apa yang telah dilakukan orang tersebut? Kita sering mendengar, membaca, atau bahkan kita sendiri mengatakan ungkapan seperti “aku ingin melihat kembali senyummu”, “cemberut aja, senyum dong”, “ senyummu kebahagianku”, bahkan ketika ada orang yang meninggal dunia, ada beberapa orang mengatakan si Fulan bagus meninggalnya, wajahnya tersenyum insyaAllah menunjukkan kebahagiaan di akhir hidupnya di dunia atau ungkapan – ungkapan lain yang ada, ini menunjukkan bagaimana keberadaan senyum pada manusia.

Bagaimana seorang muslim tidak tersenyum disaat telah meridhoi Allah sebagai Rabbnya, Islam sebagai agamanya, dan Muhammad Saw Adalah nabinya? Bagaimana ia tidak tersenyum sementara baginya telah ditumbuhkan taman-taman yang menyenangkan, dan kebun yang hijau, yang padanya terdapat pohon-pohon yang indah menyegarkan, dan tetumbuhan yang penuh keindahan. Bagaimana ia tidak tersenyum sementara Allah telah mengadakan baginya bintang-bintang yang terang, lautan yang luas, tanah yang berkelok-kelok, dan planet-planet yang berputar di porosnya?

Bagaimana ia tidak tersenyum, sementara burung-burung bernyanyi, merpati berdendang, matahari bersinar, bulan bercahaya indah, pagi hari yang datang dalam terang cahaya, dan hujan yang datang dibalik awan di langit? Bagaimana ia tidak tersenyum, sementara angin sepoi bertiup, daun-daun gemerisik, burung kenari bersiul, aroma indah bertiup, air jatuh di antara bebatuan mendendangkan lagu cinta, dan menceritakan pagar keindahan?(Dr. `AIDH AL – QARNI)

Banyak hal yang telah Allah berikan, yang telah Allah tentukan, Dia ciptakan segala sesuatu yang ada di alam semesta, teliti, Allah sediakan apa yang diperlukan, Allah sediakan apa yang menjadi kebutuhan mahlukNya, Allah berikan begitu banyak nikmat selama diri ini hidup, kemudahan, kelapangan, Allah penuhi semua kebutuhan, Allah ciptakan keseimbangan, Allah ciptakan manusia dalam keadaan sebaik – baiknya, maka dari itu tersenyum adalah bentuk kebesyukuran dalam hidup, tersenyum menunjukkan diri ini merasakan nikmat yang telah Allah berikan.

Dia Allah yang memberi ketenangan kepada tiap – tiap diri manusia, Dia pula yang memberikan jalan keluar, Dia pula yang memberikan kemudahan, karena Allah Maha kuasa atas segala sesuatu. Betapa senyum ini menjadi suatu yang memiliki keberadaan yang sangat nyata di tiap diri manusia,senyum merupakan fitrah manusia bagaimanapun seramnya pembawaan wajah seseorang pasti dirinya bisa tersenyum, demikianlah ini adalah sesuatu yang dapat dilakukan dengan tidak membutuhkan modal financial, modal wajah tampan atau cantik karena setiap manusia Allah berikan kenikmatan pada diri untuk bisa tersenyum, tidak perlu energi yang besar, tidak membutuhkan waktu yang banyak untuk memberi senyum kepada orang lain dan sepertinya tidak perlu cara yang sulit untuk tersenyum.

Senyum dapat menghadirkan kesan positif bagi orang lain, yang senyum maupun yang melihat senyum orang. Senyum dapat membekas pada diri orang lain, senyum akan menyejukkan hati. Senyum yang berasal dari keikhlasan, senyum yang tidak terlihat di senyumnya suatu ketidaksukaan, karena itu bukanlah senyum.

Senyum adalah perintah bukan anjuran, senyum adalah amalan baik, senyum adalah bentuk akhlak manusia, senyum juga dapat memberikan gambaran bagaimana kepribadian manusia, apa yang ada pada dirinya, dalam kondisi bagaimana dirinya, sedang dalam keadaan senang, bersedih, banyak pikiran, ketidaksukaan, menunjukan tingkat sosial yang baik atau buruk. Senyum adalah sunnah yang telah Rasulullah contohkan, sehingga para sahabat, generasi berikutnya melakukannya, dan kita sebagai umatnya pun juga melakukannya.

Diriwayatkan At-Tirmidzi, Al-Husein Radliyallahu’anhu, cucu Rasulullah SAW menuturkan keluhuran budi pekerti beliau. Ia berkata, ”Aku bertanya kepada Ayahku tentang adab dan etika Rasulullah Shallahu ‘alaihi wa Sallam terhadap orang-orang yang bergaul dengan beliau. Ayahku menuturkan, ‘Beliau Shallahu ‘alaihi wa Sallam senantiasa tersenyum, berbudi pekerti lagi rendah hati, beliau bukanlah seorang yang kasar, tidak suka berteriak-teriak, bukan tukang cela, tidak suka mencela makanan yang tidak disukainya. Siapa saja mengharapkan pasti tidak akan kecewa dan siapa saja yang memenuhi undangannya pasti akan senantiasa pua. (Riwayat At-Tirmidzi)

Berilmu

Beramal

Bermanfaat

Ibnu Islami

Yogyakarta

Wallahu`alam

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s